www.dian-mandala.org

Bertobatlah Sebelum Penyesalan Tiba



Oleh: Oktaviani Endang Sri Lestari Ziraluo
(Mahasiswa STP DM Tingkat II - Kelas Katekese)
Im. 19:1-2, 11-18; Mat. 25:31-46
Alkisah, adalah seorang ibu yang sangat beriman, rukun, dan saleh. Suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Yesus kataNya: “Aku akan datang ke rumahmu”. Ibu itu pun  bangun dan langsung menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut Yesus. Setelah itu, ada seorang mengetuk pintu rumahya yang tidak lain adalah seorang pengemis yang sangat kotor badannya, lalu ibu itu mengusirnya. Kemudian, seorang lagi nenek tua mengetuk pintu rumahnya, tetapi ia mengusirnya. Pengetuk pintu yang terakhir, seorang anak kecil yang meminta kepadanya makanan namun tidak diberikannya. Akhirnya, ibu itu lelah dan tertidur tetapi Yesus tampak lagi dalam mimpinya kataNya: ”Aku telah datang ke rumahmu sebanyak tiga kali, tetapi kamu menolakKu, Aku lah orang-orang yang telah kamu usir itu. Ibu itu pun terbangun dan merasa besar. 
Pada bacaan pertama dalam Kitab Imamat, Allah berfirman kepada Musa agar mengingatkan bangsa Israel untuk menguduskanNya. Menguduskan Allah berarti bangsa Israel tidak boleh mencuri, berdusta atau berbohong kepada sesamanya. Mereka tidak boleh mencemarkan nama Tuhan yang Kudus, tidak boleh curang, dan mengutuki sesamanya. Singkatnya, mereka diingatkan agar berbuat baik kepada sesamanya. Dalam Injil hari ini, Yesus mengisahkan kepada kita bahwa manusia pada penghakiman terakhir akan dipisahkan satu dengan yang lain seperti memisahkan domba-domba yang Ia letakkan di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. Ketika itu Yesus berkata: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.
Pertobatan artinya menyesali segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah dan berkomitmen untuk memperbaiki diri. Pertobatan sejati tidak berhenti pada kata-kata tetapi direalisasikan dalam perubahan tingkah laku, pola pikir, dan perkataan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan sesama. Pertobatan yang sejati juga semestinya disertai dengan tindakan amal kasih seperti yang tampak dalam Injil hari ini. Yesus mengajak kita untuk menjadi saudara dan sahabat kepada orang-orang yang menderita. Tindakan kasih kepada sesama merupakan bagian dari perwujudan kasih kita kepada Allah. Demikianlah Yesus menegaskan: “Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku”.
Di zaman sekarang ini, begitu banyak orang lain yang membutuhkan pertolongan kita baik mereka yang menderita, sakit, miskin, kena musibah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kita sering menutup mata dan memiliki hati yang beku terhadap mereka sehingga membuat kita kehilangan kepedulian dan belaskasihan. Oleh karena itu, kita kembali diingatkan oleh Injil untuk berani membangun dan mengobarkan bela rasa dalam hati kita dan apalagi pada masa prapaskah ini kita diundang untuk berbagi amal bagi yang membutuhkan. Dalam cerita tadi, Yesus juga meminta untuk memperhatikan kaum papa yang membutuhkan uluran tangan kita. Bacaan pertama ditegaskan kepada kita untuk mencintai sesama sebagai wujud cinta kepada Tuhan. Kita sebagai calon katekis, guru agama, dan petugas pastoral marilah kita mengamalkan pesan Yesus hari ini dalam hidup sehari hari. Kita harus berani keluar dari kenyamanan dan kemapanan hidup untuk mengulurkan tangan bagi sesama. Pertanyaan refleksi untuk kita adalah apakah kita semua rela berbagi waktu, tenaga, dan kemampuan lain kepada mereka yang membutuhkan pertolongan? Untuk menguatkan refleksi kita pada hari ini, saya akhiri dengan sebuah lagu: “Oh Tuhan pakailah hidupku selagi aku masih kuat, bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat”.
Tuhan memberkati!

Share this post :
 
Copyright © 2015-2018. Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting