www.dian-mandala.org

Membaktikan Diri Menjadi Pelayan Yang Setia



Oleh: Yesinta Zidomi
(Mahasiswa STP DM Tingkat II – Kelas Katekese)
Yer. 18:18-20; Mat. 20:17-28
Bacaan pertama hari ini dikisahkan bahwa Yeremia sedang berada dalam ancaman hidup karena perlakuan para musuhnya. Musuh Yeremia mengadakan kesepakatan untuk melawan semua pengajarannya dan tidak mau memperhatikan perkataannya, bahkan mereka berkehendak membunuhnya. Dalam situasi yang sulit ini, Yeremia tidak punya pilihan lain selain kembali dan berpasrah kepada Tuhan. Hal yang baik dari Yeremia adalah ia tidak menyimpan dendam tetapi tetap mendoakan musuh-musuhnya.
Dalam Injil hari ini, Yesus memberitahukan tentang penderitanNya yang ketiga kalinya. Ia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan bahkan dijatuhi hukuman mati. Yesus memberitahukan ini, ketika dalam perjalanan melewati Yerikho ke Yerusalem. Dalam pikiran para murid, Yesus akan mendirikan sebuah kerajaan politik. Itulah sebabnya Ibu anak-anak Zebedeus meminta tempat terhormat di samping kiri dan kanan Yesus. Yesus tahu bahwa mereka memang dapat meminum cawan tetapi hal duduk di sisi kiri dan kanan adalah urusan Bapa di Sorga.
Hal yang paling urgen sekarang adalah pelayanan atau pemberian diri secara total untuk kebahagiaan bersama. Pandangan Yesus tentang melayani berarti memberi diri seutuhnya baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Di sini dibutuhkan dedikasi secara total dari para pengikut Kristus. Banyak di antara kita mau menjadi pelayan dan pengikut Yesus tetapi itu hanya pikiran manusiawi saja bila hanya memikirkan kepentingan dan rencana duniawi bukan memikirkan rencana dan kehendak Allah. Dewasa ini, tidak sedikit orang yang mau menjadi pengikut Yesus namun mereka tidak berpikir bahwa Yesus tidak menjamin kesuksesan materi seperti kekayaan, kesejahteraan, keberhasilan, dan sebagainya.
Kita kerap kali memiliki maksud yang lain untuk mengikuti Yesus, bukan karena iman yang dalam tetapi hanya menginginkan hal-hal keduniaan. Seorang pengikut Kristus tidaklah gampang, justru kita dituntut semangat melayani bukan dilayani. Demikian juga Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Tujuan kita mengikuti Yesus perlu belajar untuk rendah hati, peka terhadap sesama, suka membantu, dan rela menderita. Orang yang menjalankan pelayanan seperti inilah sosok pahlawan sejati yang dinantikan Yesus Kristus dalam kemuliaanNya di Sorga bersama Bapa.
Oleh karena itu, hari ini kita diajak meneladani Yeremia yang tidak menaruh dendam, tidak melakukan perlawanan kepada musuhnya, dan bahkan melayani lawannya melalui doa serta selalu berpasrah diri kepada Tuhan meskipun berada dalam ancaman. Selain itu, Yesus mengajak kita untuk tidak lari dari penderitaan seperti yang Dia alami serta menekankan sikap melayani dari pada dilayani. Semoga teladan yang kita dengarkan menjadi kekuatan bagi kita terutama dalam masa prapaskah dengan setia bertahan dalam perderitaan dan terus menerus melayani Tuhan dalam diri sesama. Pertanyaan refleksi: “Apakah kita mampu menjadi pelayan yang setia dan bertahan dalam penderitaan apa pun?
Semoga Tuhan menolong kita. Amin!

Foto: Tim HUMAS STP DM
Petugas Ibadat Pagi

Pemimpin Ibadat

Dirigen

Pembaca Injil

Pengkhotbah
Peserta Ibadat

Ketua STP DM Memberi Masukkan kepada Petugas Ibadat
Share this post :
 
Copyright © 2015-2018. Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting