www.dian-mandala.org

Pergi ke Seluruh Dunia Wartakanlah Injil



Oleh: Lena Fitri Zai
(Mahasiswa STP DM Tingkat II - Kelas Pastoral)
Kis. 22:3-16; Mrk. 16:15-18
Hari ini Gereja merayakan pesta pertobatan Santo Paulus rasul. Ia yang semula adalah seorang penganiaya jemaat Tuhan, kemudia ia mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus lalu bertobat. Bacaan I hari ini, memaparkan kepada kita tentang kesaksian Paulus dengan kisah masa lalunya yang kelam dan keliru. Ia menceritakan, bagaimana ia menganiaya, menangkap, memenjarakan, dan bahkan membunuh para pengikut jalan Tuhan. Hidup Paulus berbalik arah ketika Allah menampakkan diri kepadanya di bawah bimbingan Gamaliel. Mata batinnya terbuka untuk melihat Yesus yang sebenarnya, sejak saat itulah ia menjadi pengikut Yesus dan pewarta cintaNya sampai ke ujung bumi bahkan ia rela menderita dan mati seperti Yesus. Injil hari ini, mengisahkan tentang Yesus yang bangkit dari antara orang mati. Ia menampakkan diri kepada ke sebelas muridNya dan berkata: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk”. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Setiap manusia memiliki dunianya masing-masing. Luasnya dunia itu, seluas kesibukan kita sehari-hari baik di keluarga, di lingkungan, di tempat kerja, di kampus, di kantor, dalam kegiatan Gerejani, dan di mana pun kita berada. Dalam kehidupan yang luas itu, secara tidak sadar kita telah banyak menemukan Sang Guru yang mengajarkan kita bahwa setiap orang beriman dapat melakukan keajaiban dalam namaNya. Demikian Injil mengatakan, “pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Artinya, membagikan Kabar Sukacita kepada sesama karena jikalau Injil tidak diwartakan, maka Injil tidak mungkin dikenal oleh banyak orang. Jika Injil hanya diwartakan ke tempat yang dipilihnya sendiri maka akan menghambat pewartaan Injil ke tempat yang luas, tetapi jika Injil itu diwartakan hanya untuk mendapat perhatian maka pewartaan tidak akan berhasil secara maksimal. Pewartaan yang tidak dibarengi dengan perbuatan dan tindakan, maka pewartaan menjadi hampa atau bersifat formalitas saja.
Dalam diri Santo Paulus, kita menemukan banyak kebenaran bahwa setiap pendosa memiliki ruang yang terbuka untuk bertobat, mencintai Allah, dan untuk menjadi pewarta kasih-Nya. Pada kehidupan kita, ada banyak persoalan yang kita alami setiap saat, ada yang baik, menyenangkan, dan ada juga hal-hal yang buruk atau yang menjengkelkan. Bacaan hari ini, ingin mengajak kita untuk menyadari Tritugas Kristus yang telah kita terima yaitu menjadi nabi, raja, dan imam. Kita semua adalah  gambaran baru dari para rasul yang dipanggil menjadi pewarta Injil yang benar dan pewarta Kristus yang bangkit, meskipun banyak tantangan yang dapat melemahkan dan menggoyahkan iman kita. Karena itu, kita harus tetap menjadi Sukacita Injil (Gaudium Evangelii).
Kita sebagai calon katekis, petugas pastoral, dan guru agama yang sedang belajar di STP ini, banyak tantangan kita untuk menjadi pewarta Injil misalnya, cara mendisplinkan diri dengan datang tepat waktu ke kampus, berpakaian yang rapi dan sopan, tidak menyontek saat ujian, belajar lebih giat, bagaimana kita membudidayakan tindakan “no copas”, dan tantangan terberat bagi kita adalah bagaimana kita menghindari agar tidak mengambil hak milik orang lain. Jika kita mampu melewati tantangan-tantangan itu, maka keajaiban-keajaiban akan terjadi dalam hidup kita. Kita sudah mewartakan Injil atau kita sudah menjadi Gaudium Evangelii bagi sesama. Untuk itu, marilah kita percayakan diri kepada Allah agar kesalahan-kesalahan hidup yang kita perbuat diubahNya menjadi kesalehan-kesalehan, dari penghasut menjadi pengikut Kristus yang sejati, seperti rasul Paulus yang dulunya pengejar, penyiksa, pembunuh pengikut Kristus menjadi pewarta Agung keselamatan manusia.
Share this post :
 
Copyright © 2015-2018. Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting