www.dian-mandala.org

Pertobatan Adalah Jalan Keselamatan Menuju Kebahagian Sejati



Oleh: Silvester Penyabar La’ia
(Mahasiswa STP DM Tingkat II – Kelas Katekese)
Yun. 3:1-10; Luk. 11:29-32
Seorang sopir sedang membawa rombongan ke pesta pernikahan. Tiba-tiba ia melihat plang dengan tulisan Jangan lewat jalan ini, karena 10 KM di depan ada longsor. Sopir itu tidak percaya dan terus berjalan. Akhirnya, ia baru percaya setelah melihat sendiri tanah longsor memang benar-benar ada. Ketika ia kembali pulang, sang sopir membaca tulisan di balik plang tadi “Selamat putar balik goblok, itulah kalau tidak percaya.
Bacaan pertama hari ini, dikisahkan bahwa nabi Yunus diutus Allah untuk mempertobatkan bangsa Niniwe. Di kota Niniwe, ia berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan. Mendengar seruan itu, orang-orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak dengan mengenakan kain kabung sebagai tanda pertobatan. Sedangkan dalam Injil, Yesus berkata: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.” Angkatan jahat yang dimaksudkan Yesus ialah sekelompok orang berhati keras atau orang Yahudi yang tidak mau bertobat seperti orang Niniwe.
Kota Niniwe adalah kota besar. Saking luasnya, ada tiga hari perjalanan. Semasa kejayaanya,   kota Niniwe merupakan pusat tindak pidana dan kota yang banyak kejahatan di dalamnya. Dengan melihat kekacaubalauan kota Niniwe, Allah mengutus nabi Yunus untuk mempertobatkan mereka dan alhasilnya orang Niniwe pun bertobat. Orang Niniwe tentu berbeda dengan orang Yahudi dan ahli taurat yang selalu menuntut tanda kepada Yesus, tetapi mereka sulit untuk bertobat. Permintaan tanda, itu seolah-olah menunjukan bahwa mereka adalah orang-orang yang terbuka pada ajaran Yesus, namun sesungguhnya mereka menutup diri dan merasa diri lebih benar dari pada yang lain. Maka, dengan keras Yesus berkata angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Kehadiran Yesus sebagai Anak Manusia merupakan sebuah tanda dan ajakan untuk bertobat.
Pertobatan merupakan pintu gerbang untuk mendapatkan pengampunan dari Allah. Banyak orang bertanya, apakah Allah mengampuni orang yang mau bertobat? Pertanyaan seperti ini sebetulnya keliru, tetapi yang patut ditanyakan adalah apakah saya mau betobat atau tidak? Singkatnya, Allah selalu memberikan pengampunan kepada kita yang mau bertobat. Allah kita adalah Allah Pengasih dan Pengampun. Akan tetapi, kita kerapkali menunda dan mengabaikan sikap tobat karena ketegaran hati.
Yesus telah banyak membuat dan memberi tanda sebagai bukti bahwa Ia Anak Allah. Namun di lain pihak, kita tidak melihat tanda tersebut karena hati yang keras, tertutup, dan degil; sehingga kita tenggelam dalam sikap egois, apatis, dan hidup dalam lumpur dosa. Injil hari ini, Yesus mengundang kita untuk bertobat dan berpaling kepadaNya. Dengan pertobatan, kita memperoleh kebahagian dan keselamatan abadi. Yesus merupakan jaminan keselamatan karena Ia telah menjadi tanda dan bukti dalam perjalanan iman kita.
Oleh karena itu, pada masa prapaskah ini marilah bermetanoia dan menjauhi sikap-sikap yang tidak berkenaan di hadapan Tuhan sehingga kita mendapat kebahagian yang sejati. Bahan permenungan kita ialah, apakah kita mau bertobat dengan berpaling kepada Allah? Kita hendaknya percaya bahwa tidak ada pengampunan tanpa keinginan untuk memohonkan rahmat Allah dan melakukan pertobatan.
Semoga Tuhan menolong kita. Amin!
           
Share this post :
 
Copyright © 2015-2018. Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting