www.dian-mandala.org

Andalkanlah Tuhan Dalam Segala Hal



Oleh: Helena Gulo
(Mahasiswa STP DM Tingkat II – Kelas Pastoral)
Yer. 17:5-10; Luk. 16:19-31
Hari ini, Kitab Yeremia menerangkan bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya jauh dari Tuhan, tetapi terberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan yang menaruh harapannya pada Tuhan. Injil hari ini, juga mengisahkan seorang miskin yang bernama Lazarus dan seorang yang kaya. Lazarus dikenal badannya penuh dengan borok yang duduk dekat pintu rumah orang kaya. Ia ingin menghilangkan rasa laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya tersebut, tetapi malah anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Ketika Lazarus mati, ia dibawa oleh malaika ke pangkuan Abraham, di sana dia dihibur dan merasakan kebahagiaan. Orang kaya tadi mati, lalu ia dikubur dan menderita sengsara di alam maut.
Kerap kali dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri dengan merasa bahwa kita mampu melakukan segala sesuatu apa pun yang kita inginkan, sehingga mengabaikan sesama dan bahkan Tuhan. Kita kurang menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki seperti materi, intelektual, dan potensi lainnya itu adalah pemberian Tuhan. Orang kaya dalam Injil tadi, ia merasa hebat karena sudah memiliki segalanya sehingga tidak membutuhkan orang lain, apalagi orang miskin yang bau badannya semacam Lazarus. Orang kaya berfikir bahwa orang miskin seperti Lazarus hanya mengganggu dan merepotkan saja. Orang kaya merasa, kehidupan kekal itu bisa dibeli. Padahal jelas dikatakan dalam Kitab Yeremia terkutuklah orang-orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya jauh dari Tuhan, namun orang yang mengadalkan Tuhan akan diberkati.
Orang yang dekat dengan Tuhan dan mengandalkanNya akan peduli dan mau berkorban kepada sesamanya, terutama kepada mereka yang menderita. Akan tetapi, apa yang didapatkan orang kaya yang sombong dan mengandalkan kemampuannya sendiri? Ia mendapat penderitaan sesuai dengan yang ia lakukan di dunia. Selama ia hidup, ia telah mendapat yang menyenangkan hatinya, sedangkan Lazarus yang beriman dan percaya kepada Allah selama ia di dunia, ia menderita dan tidak ada orang yang peka terhadapnya, maka pada akhirnya pun ia memperoleh kebahagiaan kekal.
Kekayaan, kemampuan, dan apa pun yang kita miliki, bukan itulah yang tidak berkenan kepada Tuhan melainkan sikap sombong, egois, keserakahan, ketidakpedulian terhadap orang-orang kecil. Maka, bacaan-bacaan yang kita renungkan pada hari ini mengajak kita untuk senantiasa mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, karena orang miskin di hadapan Allah adalah orang yang senantiasa membutuhkan pertolongan dari sesama. Semoga mulai saat ini, kita mengandalkan Tuhan yang empunya segalanya dan membagikan apa pun yang kita miliki kepada orang-orang yang tidak berdaya serta mempercayakan hidup kita kepadaNya melalui doa, derma, kurban, dan kesaksian. Dengan demikian, kita yakini bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan yang kekal. Amin.
Share this post :
 
Copyright © 2015-2018. Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting